Malas adalah penyakit kronis yang sangat berbahaya. Penyakit ini bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan yang dilakukan oleh umat manusia di muka bumi ini. Penyakit ini sama kejamnya dengan kanker maupun HIV, sama-sama merugikan manusia.
Adapun penyebab mengapa kita melakukan penundaan adalah : (kopasan dari ebooknya TDW)
- Merasa masih ada waktu (bisa bilang besok). Besok aja deh, selalu ada hari esok bagi pemalas
- Tidak merasa harus saat ini selesai. Kalo ga kepepet ya biasanya jadi malas dan ditunda. Kalo tugas deadlinenya masih minggu depan maka jadi males, tapi kalo mesti dikumpul besok pagi maka tiba2 bisa ngebut ngerjainnya. Kuncinya yaitu belum kepepet alias belum merasa harus.
- Karena tidak terkait kepentingan Anda. Bodo amat ah, bukan urusan gw juga, gitu kan biasanya hehe..
- Tidak senang dengan proses yang dikerjakan. Ah gw paling males nyuci piring, besok aja deh. Nunda lagi deh..
- Terlalu perfeksionis. Menunggu semuanya sempurna, akhirnya malah ga jalan-jalan.
- Kurang disiplin
- Karena ada hambatan-hambatan kecil. Ada pacar lah telepon, ada temen lah yang ngasi traktiran hehe..
- Karena belum ada ilmunya. Ha iya lah, kalo blum ngerti apa yang mesti dikerjain ya bingung kan jadinya ga digarap-garap.
Nah, sekarang adalah Cara untuk mengatasi penundaan, check this out :
1. Reward dan punishment yang jelas , buatlah punishment yang diketahui oleh banyak orang (public commitment) sehingga Anda menjadi jauh lebih terpacu untuk menyelesaikannya. Dan buatlah reward yang sebegitu menariknya sehingga memaksa Anda untuk maju.
2. Bergerak dan action , karena tanpa tindakan Anda tidak akan berhasil.
3. Focus kepada 1 hal , jangan focus kepada banyak hal dalam 1 waktu.
4. Makan-makanan dan istirahat dengan cara yang benar, sehingga memiliki energi yang besar untuk memulai sesuatu
5. Menjadi progresionis jangan perfeksionis , karena perfeksonis adalah standar terendah dalam hidup, yang berarti Anda tidak bergerak maju. Tapi jadilah progresionis yang mau terus maju
6. Biasakan memiliki life-planner bukan to-do-list planner , karena life-planner lebih focus ke sesuatu yang jauh lebih besar dibandingkan to-do-list yang hanya berakhir di akhir hari ini.
7. Selalu INGAT bahwa membayar didepan selalu harganya lebih murah, mengerjakan sekarang komitmennya jauh lebih kecil dibandingkan nanti saat sudah menjadi masalah besar
8. Mulailah dengan langkah kecil terlebih dahulu, sebelum menghasilkan momentum besar. Sama seperti mendorong mobil, saat pertama adalah saat terberat, saat kemalasan melanda, tapi setelah melaju kencang Anda akan enjoy the process !
Thanks Pak Tung Desem atas tipsnya
Recent Comments